Semula aku sangka kau angin

atau mungkin seribu laksa tentara

ketika seperti gelombang

menggemuruh

menggulung

membuncah rasa

Bahkan ketika setangkup roti tawar selai nanas kucicip pagi tadi

tetap dengan rasa dan ingin yang sama

yang kukunyah rasanya seperti sebuah nama

nama …

yang tentu bukan kau

tetapi ternyata dia

 

Tapi kesadaranku mungkin telah memaksa

terpatri dalam pekat gelas secangkir kopi

“…. tidak mampu aku lukai”

January 19, 2006