Dalam kepercayaan Hindu dan Buddha, Mandala mewakili semesta. Bentuk dasar Mandala adalah persegi dengan empat gerbang berisi lingkaran sebagai titik pusat. Titik di tengah adalah simbol pusat semesta alam. Mandala hadir lewat pola geometris yang mewakili kosmos metafisik.

Ketertarikan saya pada Mandala bermula ketika suatu sore saya dilanda kebosanan di kantor. Saya mulai mengunduh sketsa Mandala dari internet dan membeli pensil warna di tukang fotokopi. Mulailah saya mewarnai Mandala sejak pukul 17.00 dan baru selesai empat jam kemudian.

Hasilnya? Saya lebih puas pada proses mewarnainya. Butuh kesabaran ekstra. Sebetulnya, tidak ada aturan baku bagaimana mewarnai yang benar. Warnai saja sesuka kita. Asal konsisten sehingga membentuk pola warna tertentu. Saya lebih suka memulai dari tengah lingkaran.

Lantas buat apa mewarnai ini? Mandala dipercaya dapat menunjukkan kondisi batin seseorang, nilai-nilai, dan keberadaan di dunia. Menariknya, hasilnya akan berbeda-beda tergantung kondisi batin saat itu. Mandala seperti potret kepribadian Anda. Setelah proses pewarnaan selesai, cobalah menafsirkan hasilnya. Warna apa yang muncul, pola geometris apa yang menonjol, dan bayangkan warna-warna itu hidup dalam kepala Anda.

Bagi saya pribadi ada kemungkinan hampir tak terbatas dalam penemuan diri melalui proses ini. Saya lebih menyukai prosesnya daripada hasil. Karena lewat proses itulah saya belajar mengenal diri. Rasanya seperti memiliki guru spiritual sendiri.

Cobalah sesekali!. Jelajahi Mandala seperti Anda menjelajahi diri sendiri. Oh iya, kalau sudah memulai, sebaiknya selesaikan Mandala yang sudah dibuat. Sebab ini adalah cara untuk berteman dengan Spirit yang ada dalam Jiwa Anda.

Ini Mandala saya. Mana Mandalamu?

My mandala. #mandala #meditation #tibetanbuddhism #zen #zentangle

A photo posted by nagaketjil (@nagaketjil) on